PendidikanReligi

Wisuda Hafizh 30 Juz, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon Beri Motivasi Santri

ACEH TAMIANG – Siapa yang tidak kenal dengan salah satu sosok Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Fadlon, SH. Santun dalam berbahasa bijak dalam mengambil keputusan.

Selain santun dalam berbahasa dan bijak dalam mengambil keputusan. Fadlon dikenal disemua kalangan baik anak muda, orang tua maupun para koleganya. Sosok sosok Fadlon sangat humais dalam kesehariannya.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH saat memberikan motovasi santri pada acara Wisuda Angkatan ke 3 Hafizh – Hafizhah 30 Juz di Dayah Jamalul Arafah Hazar Kampung Pante Cempa Kecamatan Bandar Pusaka, Minggu (13/2/2022).

Tak hayal sosok fadlon yang sangat murah senyum ini kerab tampil diberbagai kegiatan, baik itu skala anak muda maupun orang tua ataupun kegiatan yang berbasis keagamaan.

Seperti yang dilakukan di Dayah Jamalul Arafah Hazar Kampung Pante Cempa Kecamatan Bandar Pusaka, Poltisi Partai Aceh ini memberikan Motivasi para Santriwan – Santriwati pada kegiatan Wisuda Angkatan ke 3 Hafizh – Hafizhah 30 Juz.

” Ini adalah sebuah penghargaan bagi saya dapat memberikan sambutan dan motivasi kepada para Santriwan – Santriwati. Saya mengapresiasi Pimpin Dayah, pendidik, ustadz-ustazah yang berhasil mendidik santri hingga hafal Alqur’an 30 juz,” ungkap Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH pada acara Wisuda Angkatan ke 3 Hafizh – Hafizhah 30 Juz di Dayah Jamalul Arafah Hazar Kampung Pante Cempa Kecamatan Bandar Pusaka, Minggu (13/2/2022).

Wisuda Angkatan ke 3 Hafizh – Hafizhah 30 Juz di Dayah Jamalul Arafah Hazar Kampung Pante Cempa Kecamatan Bandar Pusaka, terdiri dari 5 orang masing – masing dua Hafizhah dan 3 Hafiz.

Dayah Jamalul Arafah Hazar Kampung Pante Cempa tersebut didirikan pada tahun 2015 silam dengan jumlah santri – santriwati saat ini mencapai 104 orang yang terdiri 49 Santri dan 55 Santriwati.

Dalam sambutannya, Fadlon menyampaikan memperkasa ilmu dapat dijelaskan melalui aspek pengangkatan martabat ilmu dicapai oleh ilmuan besar.

” Untuk itu, ketika anak-anak dilatih menguasai ilmu, maka mereka dapat mencatat perubahan besar, karena yang diperlukan dalam tradisi adalah azas, aqidah dan akhlak yang cukup kuat,” jelas Fadlon.

Menurutnya Dayah atau sejenisnya berasrama merupakan sistem terbaik dalam menerapkan pendidikan yang didalamnya terdapat pendidikan formal dan non formal.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH saat memberikan motovasi santri pada acara Wisuda Angkatan ke 3 Hafizh – Hafizhah 30 Juz di Dayah Jamalul Arafah Hazar Kampung Pante Cempa Kecamatan Bandar Pusaka, Minggu (13/2/2022).

“Santri dan Santriwati dapat mengembangkan kreatifitas dan belajar lebih fokus lagi,” tegasnya.

Fadlon berharap para santri-santriwati untuk lebih giat dan semangat kedepannya untuk menjadi aktor-aktor dalam proses pembangunan sekaligus mengisi pembangunan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pada kesempatan tersebut Fadlon menyampaikan bahwa kaum santri merupakan stok pemimpin bangsa di masa depan. Berbekal kedalaman ilmu agama, pembentukan karakter, juga terasah dalam hal keterampilan dan kemandirian selama di pesantren merupakan modal besar bagi santri untuk turut aktif dalam pembangunan bangsa.

“Kaum santri merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Kemudian Fadlon menyampaikan kepada wali santri untuk mengajak saudara dan tetangga agar mendaftarkan anak-anaknya ke Dayah Jamalul Arafah Hazar.

” Mari kita titipkan anak-anak kita untuk menjadi hafiz-hafizah, soleh-solehah sehingga menjadi investasi bagi kita disaat kita sudah tidak didunia lagi. Untuk itu mari kita ajak tetangga, saudara dan masyarakat lainnya untuk mendaftarkan anaknya di ke Dayah Jamalul Arafah,” ajak Fadlon.

Pada kesempatan motivasi tersebut Fadon mengulas tentang eksistensi kalangan santri yang diyakini bakal bisa menjawab tantangan dalam era digital. Sebab, santri telah ditempa dengan matang, baik secara kemampuan maupun kemandirian secara personal.

“Saya yakin, santri paling siap menghadapi era digital, santri sudah terbiasa mandiri dan mereka terlatih mencari jawaban atas problem kemasyarakatan,” kata Fadlon.

Politisi Partai Aceh yang dikenal murah senyum disemua kalangan ini menyebut, di jaman era digital pada dasarnya bertumpu pada kemampuan personal untuk mengoptimalkan sumberdaya teknologi, khususnya teknologi digital, sebagai solusi.

Fadlon yakin para santri akan mampu menjawab tantangan itu semua. Sekalipun demikian, pemerintah juga perlu terus andil. Menurut Fadlon tugas pemerintah adalah melakukan mentoring terhadap para santri dan anak muda pada umumnya.

“Ini agar bonus demografi dikapitalisasi sebagai aset dan keuntungan, bukan sebagai beban. Kepada para Santri dan Satriwati terus la menimba ilmu, Aceh Tamiang kedepan butuh generasi – genarasi muda yang soleh – soleha yang tertempah secara mandiri,” terang Fadlon. (ERWAN)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button