PendidikanPeristiwa

Update Banjir, 122 Sekolah di Aceh Tamiang Terendam

BERNASACEH.ID, ACEH TAMIANG — Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pertanggal 30 Oktober 2022 lalu hingga kini meremdam semua kecamatan dalam wilayah tersebut. Sementara itu sarana pendidikan tercatat 122 sekolah terendam.

” Hingga saat ini 122 sekolah terendam banjir,” sebut Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita, S.STP, M.Si kepada BERNASACEH, Jumat (4/11/2022).

Devita menyampaikan sesuai data yang diterima dari instansi terkait, 122 sekolah tersebut diantatanya 47 sekolah tingkat SD dan 20 sekolah tingkat SMP sementara sisanya adalah sekolah tingkat PAUD, TK dan tingkat SMA.

Menyikapi hal tersebut kata Devita, pihak sekolah meliburkan sekolah sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

” Kegiatan belajar dan mengajar untuk sementara dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Jumlah sekolah kemungkinan bisa bertambah ataupun berkurang. Semua itu tergantung kondisi lapangan,” sebut Devita.

Berita sebelumnya Bupati Aceh Tamiang, Mursil menetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, pertanggal 31 Oktober 2022 lalu. “Bapak Bupati sudah tetapkan bahwa Aceh Tamiang Status Tanggap Darurat Banjir,” sebut Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita, S.STP, M.Si kepada BERNASACEH.ID, Kamis (3/11/2022)

Menurut Devi, Status Tanggap Darurat Banjir tersebut sesuai dengan Keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor: 45/1140/2022, Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Banjir Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2022, tanggal 31 Oktober 2022.

Dalam hal ini sambung Devi, Bupati menetapkan Status Tanggap Darurat, karena telah terjadi bencana alam banjir dan tanggul jebol akibat tingginya curah hujan di Kecamatan Tenggulun, Tamiang Hulu, Kejuruan Muda, Bandar Pusaka, Sekerak, Kota Kualasimpang, Seuruway, Rantau, Karang Baru dan Manyak Payed dan tanggul jebol di Kecamatan Bendahara.

” Ini acuannya karena dampaknya mengakibatkan terendamnya pemukiman masyarakat, fasilitas umum serta areal persawahan masyarakat yang berdampak gagal panen,” jelas Devi.

Kemudian sambung Devi, keputusan itu juga berdasarkan laporan dari BPBD Aceh Tamiang tertanggal 30 Oktober 2022. Banjir telah mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana infrastruktur daerah aliran sungai (DAS), rusaknya tanggul sungai, lahan pertanian dan perkebunan.

“Dengan bencana ini tentu sangat terganggu roda perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Menurut Devi, Status Tanggap Darurat yang telah ditetapkan tersebut berlaku 14 hari terhitung sejak 31 Oktober hingga 13 November 2022.

” Masa berlaku itu dapat diperpanjang ataupun diperpendek. Itu semua disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan,” ungkap Devi.

Berita sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang pertanggal 2 November 2022 mencatat sebanyak 42.140 jiwa terdiri dari 12.697 Kepala Keluarga (KK) yang terimbas banjir yang melanda semenjak 31 Oktober 2022 lalu.

Dari 42.140 jiwa terdiri dari 8.768 KK tersebut dikabarkan 7.410 jiwa dari 2.250 KK terpaksa mengungsi akibat bencana banjir.

“Jumlah pengungsi hingga hari ini sebanyak 7.410 jiwa dari 2.250 KK yang tersebar di 12 kecamatan,” kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita, S.STP, M.Si, Kamis (3/11/2022)

Menurutnya data tersebut berdasarkan laporan sementara bencana banjir Aceh Tamiang yang diinput BPBD Aceh Tamiang dari seluruh kecamatan per 2 November 2022.

“Warga terdampak banjir tapi tidak mengungsi berjumlah 10.447 KK atau 34.730 jiwa dari wilayah hulu, tengah hingga hilir,” ungkapnya.

Untuk itu sambungnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menghimbau kepada semua lapisan masyarakat agar tetap waspada menghadapi kondisi cuaca yang ekstrim. Masyarakat tidak perlu cemas namun harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrim.

“Kondisi banjir saat ini di Hulu sudah berangsur surut. Dan tentunya ketika di Hulu sudah surut imbas ke daerah Hilir. Untuk itu kita himbau agar semua masyarakat harus tetap waspada. Kondisi kondisi cuaca sangat ekstrim dengan selalu waspada maka kita akan terhindar dari kelalaian,” himbau Agusliayana Devita.

Agusliayana Devita meminta kepada semua lapisan masyarakat agar dapat tidak mempercayai informasi-informasi yang beredar di media sosial terkait banjir yang saat ini melanda Aceh Tamiang.

Untuk pengguna media sosial, Agusliayana Devita meminta agar arif dan bijaksana dalam hal memberikan informasi terkait banjir yang saat ini sedang melanda dan untuk masyarakat luas agar dapat memilah informasi akan kebenarannya.

” Kita sedang mengalami musibah, jadi sampaikan akan kebenaran, jangan ada kegaduhan yang membuat masyarakat kita cemas terhadap banjir. Kita harus waspada tapi tidak perlu cemas,” ujar Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol. ()

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button