DaerahPemerintahan

Slot PPPK Guru Agama Non Muslim di Pemko Lhokseumawe Mencapai 15 Orang, Ini Tanggapan Ketua DPRK Lhokseumawe

BERNASACEH.ID, LHOKSEUMAWE – Merebak isu yang sangat miris terkait adanya slot PPPK untuk guru agama non muslim di Kota Lhokseumawe mencapai 15 orang yang akan disebarkan pada sejumlah sekolah SD dan SMP dalam wilayah Kota Lhokseumawe, Kamis,(3/11/2022)

Seharusnya dinas teknis dalam mengusulkan slot PPPK tenaga guru agama tidak mengusulkan adanya slot PPPK tenaga guru non muslim, mestinya nihil, mengingat Lhokseumawe daerah yang menjalankan syariat Islam.

Data memilukan tersebut dibongkar oleh Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf pada hari kamis 3 November 2022 malam tadi. Kata dia, banyaknya slot PPPK untuk tenaga guru non muslim ditingkat Sekolah Dasar {SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pemko Lhokseumawe wajib di pertanyakan.

Menurut Ismail, tersedianya formasi PPPK untuk para guru agama non muslim ditingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan SMP Negeri itu menjadi isu hangat di tengah masyarakat.

Polemik yang berkembang, apakah peserta didik tingkat SD dan SMP mau di suntik dengan idiologi agama non muslim, sungguh sangat rawan dan membahayakan, ujar Ismail.

Oleh karena itu, mulai malam ini dan seterusnya kami akan bersuara lantang sebelum slot PPPK tenaga guru agama non muslim di Pemko Lhokseumawe di hapus formasinya demi menyelamatkan generasi kita dari upaya upaya mengkristenisasi umat muslim di Lhokseumawe, ungkap Ismail yang dijuluki singa Parlemen.

Menurut Ismail, persoalan ini mencerminkan watak asli kepala daerah di Kota Lhokseumawe yang terkesan membiarkan dinas teknis sesuka hati nengusulkan slot PPPK untuk guru non Muslim.

“Di sini kan membuktikan ya, watak dari pemerintah kota Lhokseumawe. Sementara kemarin sibuk bersuara tentang Lhokseumawe kota beriman. Tapi sekarang apa, marwah daerah syariat Islam tercoreng, saya tidak akan tolerir, sebut Ismail.

” segera kami panggil dinas teknis terkait masalah besar ini, kalau tidak diusulkan mustahil tersedia slot PPPK tenaga guru non muslim tersebut ” ujar Ismail.

Adapun tenaga guru agama non muslim di Pemko Lhokseumawe yaitu Ahli pertama guru agama Budha 1 orang (SDN 2 Banda Sakti, Ahli pertama guru agama Budha 1 orang (SDN 14 Banda Sakti), Ahli pertama guru agama Budha 1 orang (SMPN 1 Lhokseumawe).

Ahli Pertama guru Agama Katolik 1 Orang
(SMPN 5 Lhokseumawe), Ahli Pertama guru Agama Katolik 1 Orang (SDN 3 Banda Sakti), Ahli Pertama guru Agama Katolik 1 Orang (SMPN 1 Lhokseumawe), Ahli Pertama guru Agama Katolik 1 Orang (SDN 1 Muara satu).

Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang
(SMPN 6 Lhokseumawe), Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang (SMPN 5 Lhokseumawe), Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang (SDN 6 Muara Satu), Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang

(SMPN 1 Lhokseumawe), Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang (SDN 6 Banda Sakti). Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang (SDN Arun), Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang (SDN 2 Muara Dua), Ahli Pertama guru Agama Kristen 1 orang (SDN Muara Dua).

Sementara itu sekretaris dinas pendidikan Kota Lhokseumawe Ikhwansyah mengatakan pihaknya tidak pernah mengusulkan slot atau formasi untuk tenaga guru non muslim, namun ketika dibuka apliksi sudah ada slot tersebut, ungkapnya kepada ketua DPRK Lhokseumawe.{*}

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button