Pendidikan

Seminar Mental Health Awareness: Laboratorium BKI Peduli Kesehatan Mental Mahasiswa IAIN Lhokseumawe 

BNA.ID, LHOKSEUMAWE – Sebagai agenda rutin tahunan dan bentuk kepeduliannya kepada Mahasiswa, Oleh karena itu Laboratorium Bimbingan Dan Konseling Islam IAIN Lhokseumawe berkolaborasi antara HMJ BKI Dan Mah’ad IAIN Lhokseumawe menyelenggarakan seminar yang bertema “Kesehatan Mental Well-Leing Pada Mahasiswa.

Seminar ini diselenggarakan atas dasar memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) diperingati pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Peringatan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan menyebarkan edukasi tentang masalah kesehatan mental di seluruh dunia.

Seminar ini langsung di buka oleh ketua jurusan bimbingan dan konseling islam iain Lhokseumawe Ustadz Adnan Turut hadir juga Ketua HMJ BKI, seketaris ma’had, pak kajur BKI, ibuk koordinator LAB. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Minggu (30/10/22)

Dalam sambutannya, Ustadz Adnan M.Pd menyebutkan “Kesehatan Mental ini sangat penting untuk dibahas, tidak hanya dalam teori psikologi saja tetapi dalam Islam pun ada beberapa pembahasan mengenai hal ini. Seperti situasi kondisi anak-anak remaja sekarang yang sekiranya memang seharusnya diberikan edukasi mengenai kesehatan mental.”

“Seminar Kesehatan Mental ini bertujuan untuk membentuk kerja sama antar individu, organisasi, dan masyarakat untuk mencegah dan menyelamatkan mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Dan juga sebagai bentuk support kepedulian kita sesama individu maupun teman sebaya terkait tentang bagaimana caranya memiliki mental yang sehat.” Katanya Kajur BKI

Kordinator Laboratorium Bimbingan Dan Konseling Islam Nurul Hikmah. Mpd Menambahkannya, adapun tujuan dari seminar ini tentunya untuk mengajak para remaja agar dapat menjaga dengan baik dan menyayangi kesehatan mental dirinya sendiri maupun orang lain,”

Semoga kegiatan ini dapat membekali ilmu bagi kita sebagai remaja atau generasi muda untuk menjadi remaja yang mampu memaksimalkan potensi diri karena memiliki mental yang sehat serta bahagia, ujarnya.

Seminar kesehatan ini mengahadirkan narasumber Ibu Rifqa Aulia, M. Psi., Sebagai Psikolog di dampingi oleh Moderator Dina Asniah Salah satu Mahasiswa terbaik Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Lhokseumawe.

Kegiatan seminar kesehatan ini diikuti banyak kalangan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Serta Mahasiswa Jurusan Lain dan hadir juga Mahasiswa yang tinggal di Ma’had IAIN Lhokseumawe.

Mahasiswa banyak mengalami kesulitan. Oleh karena itu memotivasi peserta seminar untuk menganggap kesulitan tersebut sebagai tantangan hidup.

“kami tahu, kita kesulitannya pasti tidak hanya dalam belajar saja, akan tetapih dalam menghadapi soal yang susah, UTS atau UAS yg susah tapi di luar dari itu mungkin ada problem yang anda hadapi. Tapi, ingatlah sekali lagi bahwa itu adalah tantangan hidup. Jangan berhenti pada suatu level tertentu,” ujar

Pada kesempatan ini Narasumber Rifqa Aulia M. Psi Semakin anda bisa melampaui, anda bisa naik kelas terus. Kita terus berusaha untuk menghadapi segala bentuk tantangan. Jangan anggap itu beban, sekali lagi tidak boleh dianggap sebagai beban. Ada tantangan, kita ada semangat “saya tertantang. Saya punya tantangan untuk ini. Semangat ya teman-teman ya? ,

ia Juga, memotivasikan para peserta seminar agar dapat melampaui tantangan hidup dan tidak menganggapnya sebagai beban.

“Semakin anda bisa melampaui, anda bisa naik kelas terus. Kita terus berusaha untuk menghadapi segala bentuk tantangan. Jangan anggap itu beban, sekali lagi tidak boleh dianggap sebagai beban. Ada tantangan, kita ada semangat “saya tertantang. Saya punya tantangan untuk ini. Semangat ya teman-teman ya? ,

Pada kesempatan ini, Rifqa mengungkapkan bahwa tidak hanya bagian luar diri yang perlu di rawat, namun mental yang ada di dalam diri kita juga perlu di rawat.

kemudian menjelaskan pentingnya untuk mengetahui diri sendiri, “Kalau diri teman-teman nggak pernah disapa, nggak pernah ditanya kabarnya bagaimana, dibiarkan saja . Tidak ada yang tahu selain diri teman-teman sendiri,” Katanya

Lebih lanjut, mengatakan bahwa mental seperti pathway yang dimiliki sedari kecil. Kebiasaan seseorang ketika menghadapi masalah akan menjadi pathwaynya setiap kali menghadapi masalah.

Di kesempatan yang sama, Rifqa mengatakan seringkali seseorang menganggap dirinya baik-baik saja ketika sedang terjadi masalah dan hal tersebut merupakan hal yang tidak baik bagi diri orang tersebut, Tutupnya. {Rizki M}

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button