DaerahPeristiwa

Petugas Lapas Meulaboh Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba untuk WBP

BERNASACEH.ID, ACEH BARAT — Petugas Jaga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Meulaboh berhasil gagalkan penyelundupan narkoba dalam bungkusan barang titipan yang dibawa pengunjung, Selasa (15/11/2022) pagi.

Penyelundupan narkoba tersebut nekat dilakukan oleh NB (43) warga Perumahan Budha Tzu Chi Gampong Peunaga Paya Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Naasnya upaya yang dilakukan wanita tersebut berhasil digagalkan petugas Lapas Meulaboh.

Kepala Lapas Kelas II B Meulaboh Said Syahrul mengatakan bungkusan yang dibawa awalnya hendak dititipkan untuk salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan berinisial RM (29) asal Sigli.

Kemudian sambung Said Syahrul, saat diperiksa petugas jaga, makanan ringan dan dua bungkus rokok ditemukan narkoba jenis sabu.

”NB membawa makanan ringan dan dua bungkus rokok untuk warga binaan Lapas kita, petugas jaga melakukan pemeriksaan, ternyata dua bungkus rokok yang berisi masing-masing 6 batang rokok diduga narkotika jenis sabu-sabu yang terbungkus dalam plastic bening ukuran kecil dalam batangan rokok,” jelas Said Syahrul kepada Bernasaceh.id (Bernas Network), Selasa (15/11/2022).

Said Syahrul menjelaskan hasil temuan tersebut, petugas mengamankan NB dan menelusuri pemesan barang dalam Lapas. Hasilnya, barang itu dipasok oleh RM yang saat ini masih menjalani hukuman atas kasus serupa.

Terkait temuan tersebut, petugas segera bertindak sesuai SOP yang berlaku, yakni berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat yakni Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat. Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang WBP yang dicurigai sebagai pemilik barang haram tersebut.

“Kami tidak segan untuk menindak tegas warga binaan yang terlibat dalam upaya penyelundupan ini sebagai bentuk komitmen kami untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Lapas. Hal ini juga berlaku untuk jajaran petugas hingga pimpinan tertinggi tanpa terkecuali,” tegasnya.

Menurutnya pemberantasan narkoba dilakukan sesuai dengan Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju yang digaungkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yakni melakukan deteksi dini, pemberantasan narkoba, serta membangun sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Dalam kasus tersebut, terduga RM diamankan polisi. Sementara itu ada lima orang saksi yang sedang menjalani pemeriksaan, termasuk NB selaku kurir.()

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button