DaerahSuara Rakyat

Peternak Sapi Keluhkan Lambannya Penanganan PMK, Suprianto Minta Kementan Respons Cepat

🌐Bernasaceh.id

ACEH TAMIANG, BERNASACEH.ID — Peternak sapi di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, mengeluhkan lambannya penanganan wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (Foot And Mouth Disease) oleh Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distabunak) setempat terhadap hewan ternak sapi di wilayahnya. Akibatnya lambannya penanganan PMK, sapi – sapi yang lainnya ikut terjangkit wabah.

Salah satu Peternak Sapi di Kampung Bukit Paya, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Sugiman mengaku kekurangan suplai obat-obatan pencegah wabah PMK, seperti vitamin dan antibiotik.

“Sudah 50 sapi dalam kawasan ini terkena wabah PMK ini. Saya tak menyangka penyebaran wabah ini begitu cepat,” kata Sugiman.

Baca juga : https://bernasaceh.id/peduli-wabah-pmk-pengurus-dpw-pa-aceh-tamiang-sambangi-peternak/

Awalnya, sapi milik Sugiman terkena PMK hanya beberapa ekor saja. Kini hampir seluruh sapinya dan masyarakat di kampung ini terjangkit wabah itu.

“Harapan saya pemerintah segera merespon cepat pengendalian wabah ini. Apalagi wabah ini terus menyebar dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat, terlebih menjelang lebaran Idul Adha mendatang,” pintanya.

Awalnya, ungkap Sugiman hanya beberapa ekor saja lembu miliknya yang didapati tanda-tanda terkena wabah PMK ini seperti mulut mengeluarkan lendir, bibir pecah – pecah hingga nafsu makan berkurang, kini hampir seluruh sapi milinya dan masyarakat di kampung ini terjangkit wabah itu.

 

Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto, ST bersama warga dan pemilik sapi di Kampung Buket Paya Manyak Payed, Sabtu (28/5/2022). (Erwan|Bernasaceh.id)

Sementara Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto yang meninjau dan mendengarkan langsung kondisi dan keluhan masyarakat tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Aceh Tamiang telah mengusulkan permintaan obat-obatan dan vaksin kepada Kementrian Pertanian beberapa waktu lalu.

Suprianto menriincikan bantuan yang diusulkan tersebut diantaranya 25.000 dosis antibiotik, 25.000 dosis obat penurun panas, dan 25.000 dosis vitamin serta 20.000 dosis vaksin.

“Pemerintah Aceh Tamiang sudah mengusulkan permintaan obat-obatan kepada Kementan RI, dengan rinciannya 25 ribu dosis antibiotik, 25 ribu dosis obat penurun panas, 25 ribu dosis vitamin, dan 20.000 dosis vaksin,” ungkap Suprianto.

Baca juga : https://bernasaceh.id/dua-kampung-tercatat-1-300-sapi-terjangkit-wabah-pmk/

Suprianto mendesak agar usulan obat – obatan ini dapat segera direalisasikan oleh Kementrian Pertanian sebab jika suplai ini lambat disalurkan maka bukan tidak mungkin akan semakin banyak lagi ternak masyarakat yang terjangkit dan mati.

“Kita harap Kementan RI segera merespons usulan kami ini, sebab jika suplai ini lambat disalurkan, maka bukan tidak mungkin akan semakin banyak lagi ternak masyarakat yang terjangkit dan mati,” sebutnya.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang per tanggal 26 Mei 2022, tercatat sudah 7.519 sapi terjangkit PMK dengan angka kematian mencapai 49 ekor dan angka kesembuhan sebanyak 2.554 ekor. (ERWAN)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button