NasionalPemerintahan

Pembayaran 59 Bidang Tanah Tol Binjai – Langsa Segmen II Aceh Tamiang Terkendala, Ini Penyebabnya

BERNASACEH.ID | ACEH TAMIANG — Proses pembayaran ganti rugi tanah milik masyarakat di Kecamatan Sekerak untuk pembangunan Tol Binjai – Langsa Segmen II Aceh Tamiang dikabarkan belum tuntas dilaksanakan

Berdasarkan informasi yang dihimpun BERNASACEH.ID menyebutkan Proyek Startegis Nasional ini sedikitnya ada 59 bidang tanah yang masih dalam proses penyelesaian. 59 bidang tanah tersebut diantaranya 18 bidang tanah fasilitas umum, 29 bidang tanah belum lengkap berkas dan meninggal hingga 12 bidang tanah masyarakat yang belum sepakat untuk dilakukan ganti rugi.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Aceh Tamiang, Ramli ketika dikonfirmasi membenarkan masih adanya bidang tanah masyarakat yang belum dilakukan proses ganti rugi.

” Iya benar masih ada kendala dalam prosesnya pembayarannya,” sebut Ramli diruang kerjanya, Senin (20/6/2022).

Menurut Ramli hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti berkas yang belum lengkap, kemudian ada pemilik tanah yang meninggal hingga tidak adanya kesepakatan terkait harga ganti rugi yang telah dimusyawarahkan beberapa waktu lalu.

” Untuk 12 bidang tanah milik masyarakat yang belum ada kesepakatan. Nantinya akan dilakukan musyawarah kembali,” sebut Ramli

Kemudian Ramli menambahkan jika nantinya juga tidak ada titik temu maka uang ganti rugi untuk 12 bidang tanah ini akan dititipkan dipengadilan sesuai mekanisme.

” Jika tidak ada titik temu untuk 12 bidang tanah milik masyarakat, sesuai mekanismenya akan kita titipkan di pengadilan,” sebut Ramli.

Untuk itu Ramli menghimbau agar masyarakat di Kecamatan Sekerak yang belum terealisasi untuk pembayaran ganti rugi tol diharapkan bersabar sebab semua proses sedang berjalan.

” Proses sedang berjalan, jadi kita berharap masyarakat yang belum terealisasi untuk bersabar,” harap Ramli.

Menurut Ramli, yang saat ini sudah dilakukan pembayaran dan ada bidang yang belum ada kesepakatan pemiliknya sudah dilakukan penitipan di pengadilan.

” Karena tidak adanya kesepakatan dengan pemilik tanah, tujuh bidang tanah di Kecamatan Manyak Payed dan Karang Baru uang ganti ruginya kita titipkan dipengadilan. Dan ini mekanismenya,” sebut Ramli mengakhiri.()

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button