Peristiwa

Nora : Pemerintah Harus Fokus Tangani Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

BERNASACEH.ID, ACEH TAMIANG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Nora Idah Nita dari Fraksi Demokrat meminta pemeintah serius tangani banjir dan longsor yang kerap di alani oleh masyarakat Aceh Tamiang.

Menurutnya persoalan yang dihadapi oleh maayarakat Aceh Tamiang bahkan berdampak secara nasional masih persoalan banjir dan longsor.

” Pemerintah harus fokus menyelesaikan persoalan banjir di Aceh Tamiang dan longsor yang sering terjadi dikawasan Bukit Seumadam,” ungkap Poltisi Demokrat dari Dapil 7 (Langsa-Aceh Tamiang)

Menurutnya persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Aceh Tamiang bahkan berdampak secara nasional yaitu persoalan banjir dan longsor.

” Pemerintah harus fokus menyelesaikan persoalan banjir dari Hulu hingga Hilir di Aceh Tamiang serta longsor yang sering terjadi dikawasan Bukit Seumadam,” ungkap Poltisi Demokrat dari Dapil 7 (Langsa-Aceh Tamiang)

Nora menyampaikan lalu lintas di jalan nasional Banda Aceh – Medan tepatnya di kawasan Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu akses penghubung jalan antara Sumatera Utara dan Aceh.

” Kualasimpang, merupakan jalur antar lintas Sumatra jalan lintas Medan – Banda Aceh jadi sangat vital sekali Contoh hari ini terjadi kemacetan parah berkilometer. Dan ini sangat berdampak merugikan banyak pihak dan masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu Srikandi Aceh Tamiang meminta agar persolan banjir dan longsor ini dapat segera teratasi sehingga dapat membawa perubahan disektor ekononi.

Nora berharap kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia yang akan memprioritaskan pembangunan tanggul sungai yang jebol di wilayah hilir Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal itu dikatakan Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto usai menggelar bersama unsur Pemerintah Daerah Aceh Tamiang, Selasa (8/11/2022)

“Tadi saya bersama unsur pemerintah daerah di sini telah melakukan rapat, salah satunya membahas permasalahan tanggul di wilayah hilir Aceh Tamiang,” jelasnya.

Kedatangan Kepala BNPB RI ini turut hadir Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan, Kakordalops BNPB Brigjen TNI Lukmansyah serta jajaran dari BNPB dalam rangka meninju bencana alam banjir Aceh Tamiang yang sempat melumpuhkan jalur transportasi antar Provinsi Aceh-Sumatera Utara hingga berhari-hari.

“Kondisi ini telah menyedot perhatian BNPB untuk turun melihat langsung dampak terparah,” ujarnya.

Pembahasan soal tanggul jebol ini, menurut Suharyanto penting dilakukan mengingat Kabupaten Aceh Tamiang merupakan daerah rawan bencana yang setiap tahunnya di landa banjir.

Lebih lanjut Suharyanto menyatakan bila perlu anggaran taktis milik BNPB nantinya akan digunakan untuk pembangunan tanggul sungai hilir Aceh Tamiang.

“Terlepas nanti siapa yang akan mengerjakannya, yang penting tanggul itu terbangun,” tegas Suharyanto.

Kemudian pernyataan Menteri Sosial RI, Tri Rismahariani mengunjungi korban terdampak banjir di Kecamatan Bendahara – Aceh Tamiang, Rabu (9/11/22).

Prinsipnya pengelolaan aliran sungai itu harus dimulai dari bagian hulu yang kemudian beriringan dengan penataan pada bagian bawah atau hilir.

Mensos Risma mengatakan, kondisi tersebut memang kondisi terberat dalam mengelola wilayah hilir, sehingga harus ada rencana khusus dalam pengelolaan air agar tidak masuk ke pemukiman penduduk.

“Saya akui, tanggul memang menjadi pekerjaan berat bagi kita dan memakan waktu yang cukup lama. Penanganan yang tepat dan cepat untuk jangka pendek adalah memastikan kebersihan sungai dari sisa-sisa material,” ujarnya. ()

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button