Katamereka

Mukim Sangka Pane : Terima Kasih Gubenur Aceh Pak Nova, Jalan Kami Mulus

ACEH TAMIANG : Tidak ada kata lain bagi masyarakat pendalaman Kabupaten Aceh Tamiang tepatnya masyarakat yang berada di Kecamatan Bandar Pusaka selain bersyukur dan berterimakasih atas jeritan hati yang berpuluh tahun keterpurukan akibat infrastruktur jalan.

Kita masih ingat pada 17 Agustus 2017 lalu, seratusan warga perbatasan Aceh Tamiang – Aceh Timur tepatnya  di Kampung Batu Bedulang, menggelar HUT RI ke 72 kemerdekaan RI  di Jalan Babo-Simpang Jernih sebagai bentuk protes warga terhadap kondisi jalan yang rusak dan tidak pernah tersentuh pembangunan oleh pemerintah.

Kini dibawah kepimpinan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, M.T jalan tersebut mulus terbangun melalui Proyek Multi Years Contract (MYC) Jalan Babo-Simpang Jernih.

“Alhamdulillah, puluh tahun kami mendambakan jalan kami di aspal. Kini jalan kami sudah mulus. Terima kasih Gubenur Aceh, Pak Nova, sebut Kepala Mukim Sangka Pane, Amat Zais kepada aceh.bertanasional.id di Karang Baru, Minggu (6/2/2022).

Lima tahun lalu, sambung Amat Zais, warga yang terdiri dari anak-anak, wanita dan orang dewasa berkumpul di jalan rusak untuk menggelar upacara sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk cinta tanah air kendati warga ujung Aceh Tamiang dan Aceh Timur ini setiap hari dihantui kondisi jalan yang rusak.

“Berkat kepedulian Bapak Gubenur Aceh, Pak Nova dan giatnya Bu Nora Idah Nita selaku anggota DPRA serta didorong anggota DPRA Dapil 7 lainnya jalan kami terbangun dan saat ini jalan sudah mulus,” ujar Amat Zais sembari mengucapkan terimaksih kepada Bupati Aceh Tamiang, Mursil.

Amat Zais mengenang kembali upacara di jalan rusak sengaja dilakukan sebagai bentuk keprihatinan, dimana sudah merdeka 72 tahun tapi mereka belum merasakan nikmatnya kemerdekaan akses jalan jalan.

“Dulu warga berjuang keras melewati jalan tanah berlumpur agar dapat mengakses ibu kota kecamatan, baik itu untuk membeli kebutuhan pokok, menjual hasil tani/kebun, dan keperluan lainnya. Lebih miris lagi, warga yang sakit harus digotong beramai-ramai agar dapat dibawa ke Puskesmas terdekat, karena kendaraan tidak dapat melintasi di jalan ini, khususnya saat musim penghujan,” kenangnya.

Secara geografis, Desa Batu Bedulang ini berada paling ujung di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Berbatasan dengan Kecamatan Simpang Jernih yang masuk wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Jaraknya, sekitar 42 Km dari Karang Baru, ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan kondisi jalan yang rusak parah ini, butuh waktu tiga jam bagi warga yang hendak menuju ibu kota kabupaten di Kualasimpang, dalam kondisi normal. Sedangkan jika kondisi hujan, warga terkadang terpaksa bermalam di jalan.

Amat Zais menambahkan melalui Proyek Multi Years Contract (MYC) Jalan Babo-Simpang yang kita sudah selesai dikerjakan sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Jalan sudah mulus sudah pasti akan menambahkan juga nilai jual hasil pertanian dan perkebunan. Dan yang pasti anak – anak sekolah juga sudah bersemangat,” ungkapnya.

Amat Zais selaku Kepala Mukim Sangka Pane yang meliputi Kampung Rantau Bintang, Jambo Rambong, Babo, Pante Cempa, Pegidam, Bekelang dan Batu Bedulang ini terus berharap kepada Pemeintah Aceh serta anggota DPRA Dapil 7 untuk terus melanjutkann Proyek Multi Years Contract (MYC) Jalan Babo-Simpang berlanjut untuk melengkapi infrastruktur lainnya seperti jembatan.

“Saya berharap Proyek Multi Years Contract (MYC) Jalan Babo-Simpang ini terus dibangun untuk melengkapi infrastruktur jembatan. Apalagi Proyek MYC tembus ke Gayo Lues ini akan menambah erat persaudaraan. Serta disamping itu sarana prasarana yang baik juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat baik hasil pertanian maupun Wisata Alam dan Agro Wisata yang sedang di galakan oleh pemerintah di Kecamatan Bandar Pusaka,” harapnya mengakhiri.

Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan 7 (Aceh Tamiang – Langsa), Nora Idah Nita, SE ketika dihubungi Aceh.beritanasional.id, Minggu (6/2/2022) terkait upaya – upaya yang dilakukan untuk Proyek Multi Years Contract mengatakan sebagai perwakilan masyarakat di DPRA sudah menjadi kewajiban kita ubtuk menyuarakan apa yang menjadi perioritas masyarakat.

“Proyek Multi Years Contract (MYC) Jalan Babo-Simpang itu sangat penting karena merupakan salah satu langkah memudah masyarakat untuk mengakses segala kegiatan, baik itu ekonomi maupun pendidikan,” ujarnya

Nora yang dijuluki Srikandi Aceh Taminag ini berharap untuk kedepannya Pemerintah Aceh dapat menggucurkan anggaran untuk Aceh Tamiang melalui sumber Otsus ataupun yang lainnya.

Menurutnya kucuran anggaran dari propinsi itu sangat penting dalam rangka memperbaiki ruas jalan lainnya yang membutuhkan. Seperti di Kecamatan Tenggulun, Karang Baru serta kecamatan lainnya yang membutuhkan perhatian infrastruktur.

“Infrastruktur itu sangat penting, krn jika infrastrukturnya baik aktifitas masyrakat akan mudah dan dengan sendirinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh Tamiang,” sebutnya mengakhiri. (ERWAN)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button