Daerah

Komisi II DPRK Banda Aceh. Sesalkan terjadinya insiden tewasnya sporter Bola

BNA.Id, Banda Aceh. Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Partai NasDem H. Heri Julius, S. Sos, MM mengingatkan kepada suporter dan pendukung setia Persiraja Banda Aceh agar untuk tidak menjadikan insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang terjadi di Aceh.

Karena update data saat ini sudah 150 orang lebih tewas, untuk itu supaya peristiwa tersebut tidak terjadi di Stadion H Dimurthala Banda Aceh. Apalagi insiden anarkis yang pernah terjadi di kandang Laskar Rencong pada Senin (5/9/2022) yang lalu

Lanjutnya, Dimana Insiden tersebut akibat dari kekesalan penonton saat laga Persiraja vs PSMS Medan digelar malam hari dan lampu stadion padam hingga tengah malam, akhirnya penonton yang sudah menunggu berjam-jam marah dan merusak fasilitas stadion.

“Kita prihatin dan sangat berduka atas insiden yang terjadi di Malang. Ini adalah bencana besar dunia sepakbola tanah air, bahkan menjadi atensi FIFA dan media luar negeri. Tidak ada sedikitpun hasil positif yang kita dapatkan atas semua bentuk tindakan ceroboh dan emosional kita,” kata Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh Heri Julius, kepada BeritaNasionalAceh.id Senin (3/10/2022).

Ketua Komisi ll DPRK Kota Banda Aceh itu mengatakan, tragedi di Malang harus menjadi pelajaran bagi kita semua dan menjadikan sebuah insiden terakhir. Tidak boleh ada lagi insiden serupa terjadi, termasuk di Banda Aceh, jangan sampai itu terjadi, harap Heri Julius.

Lanjutnya, Heri Julius yang merupakan politisi partai NasDem dua periode ini yang begitu peduli terhadap marwah Persiraja yang selalu mengingatkan kita semua Persuraja harus kita Selamatkan maka, insiden sebagaimana terjadi di Kanjuruhan, Malang tidak terjadi di Bumi Serambi Mekkah.

Karena, kalau itu terjadi maka semua kita akan dirugikan bisa kena sanksi, bahkan pemain yang anarkis dan memukul bisa dipidana, penonton yang anarkis juga bisa dipidana,”Kita tidak mengharapkan hal itu terjadi”, Heri Julius.

Apalagi, saat ini PSSI resmi menghentikan Liga 1 Indonesia sebagai evaluasi terhadap seluruh perangkat pelaksanaan. Jika sudah demikian maka yang dirugikan adalah pemain, klub, suporter dan pecinta sepakbola yang tidak bisa lagi bermain,” jelasnya.

Heri Julius juga mengingatkan sanksi berat dari FIFA akan menanti untuk Indonesia akibat insiden tersebut. Tentunya, sangat disayangkan ditengah prestasi dan performa Timnas Indonesia yang sedang naik malah dibayangi dengan sanksi FIFA yang berdampak pada sepakbola nasional, tutur Heri Julius.

“Kita harapkan agar semua kita bisa menjaga sportifitas dan ketertiban, Baik selama pertandingan hingga usai pertandingan. Kemarin kita juga menyayangkan masih ada insiden pemukulan wasit dan chaos di laga-laga tarkam di Abdya. Hal-hal seperti ini juga tidak boleh terjadi lagi,” pinta Heri.(*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button