Katamereka

Ketua DPRK Aceh Tamiang : Pesisir Aceh Tamiang Sangat Pontensi Pengembangan Budidaya Udang

ACEH TAMIANG : Kabupaten Aceh Tamiang memiliki potensi sumberdaya pesisir dan laut  yang besar yang dapat dikembangkan untuk memberi andil bagi peningkatan perekonomian daerah.

Salah satunya adalah melalui Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Budidaya Udang Berbasis Kawasan empat kecamatan pesisir masing – masing Kecamatan Seruway, Bendahara, Banda Mulia dan Manyak Payed.

Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Budidaya Udang Berbasis Kawasan Salah satunya adalah tambak di wilayah pesisir. Selain menyediakan barang dan jasa, kawasan pesisir menjadi faktor pendukung dalam pertumbuhan ekonomi dan sumber penghasilan bagi masyarakat pesisir.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST bersama Dinas Perikanan, Kelautan dan Pangan Aceh Tamiang saat bersilaturrahmi dengan Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta dan mengajukan permohonan Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Udang Berbasis Kawasan. (Dok. Humas DPRK Aceh Tamiang).

Dalam rangka meningkatkan kinerja sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Aceh Tamiang, maka pengembangan komoditas potensial yang didukung oleh sumberdaya alam, sumber daya manusia serta prasarana dan sarana penunjang yang tersedia baik jumlah maupun kualitas yang memadai, mutlak menjadi bahan pertimbangan.

“Alhamdulillah kami bersama Dinas Perikanan dan Kelautan telah bersilaturrahmi dengan Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut kita meminta kepada Menteri melalui Dirjen, mengajukan permohonan Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Budidaya Udang Berbasis Kawasan,” sebut Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST diruang kerjanya, Jumat (18/2/2022).

Politisi Gerindra yang berasal dari Daerah Pemilih (Dapil) 2 meliputi Kecamatan Seruway, Bendahara, Banda Mulia dan Manyak Payed ini mengatakan bidang usaha budidaya tambak di sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha yang mempunyai prospek ekonomi dan finansial yang baik dan layak untuk dikembangkan di Kabupaten Aceh Tamiang.

” Pontensi yang ada kawasan pesisir Aceh Tamiang ini mencapai lebih kurang 20.000 Hektar,” ungkap Supriato.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST bersama Dinas Perikanan, Kelautan dan Pangan Aceh Tamiang saat bersilaturrahmi dengan Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta dan mengajukan permohonan Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Udang Berbasis Kawasan. (Dok. Humas DPRK Aceh Tamiang).

Menurut Ketua DPRK Aceh Tamiang dari Fraksi Gerindra ini usaha budidaya udang tambak di samping meningkatkan kesejahteraan, juga sejalan dengan tekad pemerintah yang ingin menciptakan kedaulatan pangan.

Kemudian sambung Suprianto  lahan yang digunakan Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Budidaya Udang Berbasis Kawasan ini merupakan lahan tidak produktif yang memulihkan perekonomian masyarakat.

“Ketika Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Budidaya Udang Berbasis Kawasan ini dapat di danai dari pusat. Maka merupakan salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian warga dan menambah  lapangan kerja baru,” harap Politisi Partai Gerindra ini.

Disamping itu sambung Suprianto kegiatan revitalisasi tambak sangat berguna dalam menunjang pengembangan kegiatan budidaya udang yang selanjutnya mempunyai dampak terhadap pengembangan usaha agroindustri.

Suprianto mengenang akan kejayaan kawasan pesisir Aceh Tamiang yang sempat mengalami kejayaan sebagai penghasilan udang terbesar untuk Aceh bahkan Sumut.

“Ketika itu masyarakat yang berada dikawasan pengembangan udang semua makmur, semua berpenghasilan. Ekonomi masyarakat stabil dan lapangan kera terbuka,” ucapnya.

Suprianto berharap kepada Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta dapat menyahuti akan pengajuan Program Ketika Revitalisasi Tambak dan Pengembangan Usaha Budidaya Udang Berbasis Kawasan ini dapat didanai.

Untuk itu dirinya mohon doa atas Ikhtiar yang sudah ditempuhnya agar dapat membuahkan hasil.

“Tidak ada hal yang kita dapat di dunia secara mudah, semuanya membutuhkan kerja keras dan doa,” tutupnya mengakhiri. (ERWAN)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button