NasionalPeristiwa

Kecamatan Bendahara Terkepung Banjir, Kondisinya Terparah

BERNASACEH.ID, ACEH TAMIANG — Banjir yang melanda di Kabupaten Aceh Tamiang meluas, kendati demikian kondisi terkini banjir di bagian Hulu berangsur surut.

Dengan berangsurnya air surut dibagian Hulu, maka imbasnya akan berdampak dibagian Hilir diterjang banjir.

Tak hayal Kecamatan Bendahara yang berada dibagian Hilir Kabupaten Aceh Tamiang dikabarkan terkepung banjir. Dan saat ini wilayah Kecamatan Bendahara dikabarkan terparak mengalami dampak banjir.

Kampung Rantau Pakam Kecamatan Bendahara terendam banjir dengan kedalaman mencapai rata-rata 1-1.50 meter, Kamis (3/11/2022). (Ist)

” Saat ini banjir merendam hampir semua kampung dalam Kecamatan Bendahara. Boleh dikatakan semua kampung sudah terkepung banjir,” sebut Camat Bendahara Sandi Suhendri .S.STP kepada bernasaceh.id, Kamis (3/11/2022).

Sandi menyampaikan kondisi terparah saat ini berada di Kemukiman Tengah dan Kemukiman Bendahara Hilir sementara di kemukiman lain juga sudah terendam air.

“Dua Kemukiman ini berada dikawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang. Air cukup dalam. Saat ini kami Tim Muspika sedang menyisir warga dengn mengunakan boat,” jelas Sandi.

Sementara itu sambung Sandi jalan utama yang putus total diantara titik Kampung Balai yang menghubungkan Kampung Lambung Blang, Lubuk Batil dan Raja

Kemudian titik Simpang empat Kampung Raja yang menghubungkan Kampung Mesjid BDH, Tanjung Mulia, Teluk Kemiri, Teluk Kepayang, Teluk Halban dan Rantau Pakam juga lumpuh total

Untuk titik Simpang Tiga Tower yang mengubungkan sebagian Kampung Mesjid Sungai Iyu dan Kampung Raja hingga ke Simpang Empat Kampung Raja juga lumpuh.

” Jalan utama menuju Kecamatan Bendahara juga nyaris lumpuh. Ada dipertengahan jalan tepat di Kebun Monopoli, Simpang Marlempang, Kemudian Lubuk Batil. Ini jalan yang nyaris lumpuh dan hampir semua jalan utama tergenang air,” ungkap Sandi.

Sementara itu Datok Rantau Pakam Ruslan mengatakan saat kedalaman air dikawasan permukiman mencapai ketinggian rata-rata 1-1,5 meter.

” Rata-rata kedalaman mencapai 1 meter hingga 1.5 meter. Semua permukiman terendam, kondisinya sangat memprihatinkan,” sebut Ruslan via telpon selular.()

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button