KatamerekaPendidikan

Gelar Workshop HKI, Rektor Unsam : Kita Mulai Dengan Mencatat dan Memfoto Maka Akan Menjadi Bukti HKI

LANGSA – Universitas Samudra (Unsam) mengelar Workshop Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bertempat di Gedung Multi Guna Kampus Meurandeh, Kamis (16/6/2022).

Rektor Universitas Samudra (Unsam) Dr. Ir. Hamdani, M.T dalam sambutannya mengatakan Tahun ini merupakan tahun hak cipta sebagaimana yang telah dicanangkan Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual bahwa tahun 2022 merupakan tahun Hak Cipta, dimana Kemenkumham telah meluncurkan aplikasi Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POPHC) beberapa waktu lalu.

Hamdani berharap di Unsam lahir karya karya tentang kajian budaya, Bagaimana hasil desain dan hasil karya tersebut dapat dijadikan hak cipta dan hak intelektual.

” Semoga di Unsam para dosen lebih peduli dengan HKI, dan bagaimana hak paten itu dipandang, jangan hanya mengejar Kum dan insentif” ujar Rektor.

Lanjutnya, dalam melakukan penelitian Look book jangan jadikan itu sebagai beban, tapi jadikan itu sebagai dasar klaim temuan kita nantinya atas suatu kajian. ” Kita mulai dengan mencatat dan memfoto maka itu akan menjadi bukti HKI” jelas Hamdani.

Diharapkan melalui workshop ini lahir kajian-kajian dan narasi tentang sosial budaya yang masih belum tersentuh oleh orang lain.
” Harus kreatif dalam melihat peluang dan memanfaatkan moment terutama momen sosial budaya yang belum tersentuh oleh orang lain” jelas Hamdani.

Rektor juga menjelaskan tentang pentingya memiliki sertifikat HKI. Bahwa karya kita ini benar-benar bukan karya menjiplak bukan menyontek. Ini benar-benar hasil pemikiran kita dan objektivitas kita.

Rektor berharap para dosen terus berkarya melahirkan produk dalam negeri dan kita bersama mencintai produk dalam negeri tersebut, jelas Hamdani.

” Bagian sosial perlu menjadi perhatian serius, sehingga jati diri kita semakin dikenal, dan sebagai informasi Unsam juga sudah punya pusat studi HKI”, jelas Rektor.

Selanjutnya rektor juga menyampaikan tentang pentingnya sikap mencintai produk dalam negeri meliputi pemikiran dan perbuatan yang menunjukkan kesetiaan serta kepedulian tinggi terhadap produk yang dihasilkan di dalam negeri.

Menurut Hamdani, sikap mencintai produk dalam negeri harus ditanamkan sejak dini karena bisa berdampak besar bagi perekonomian negara.

Penggunaan produk dalam negeri menunjukkan kemampuan serta kemandirian perekonomian bangsa. Dengan begitu, sikap ketergantungan dengan negara lain dapat dikurangi. Disamping itu untuk meningkatkan jati diri bangsa bapak presiden juga terus mengeluarkan aturan tentang penggunaan produk dalam negeri.

Sementara itu Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM & PM) Dr. Asnawi, S.Pd, M.Pd mengatakan Adapun tujuan diadakannya workshop HKI ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan strategi bagaimana memunculkan hasil penelitian para dosen yang ada di universitas Samudra.

Disamping itu diharapkan Para Peserta yang terdiri dari para dosen dan para peneliti dan juga para dosen yang telah memperoleh operasional dan hibah, untuk dapat mengikuti kegiatan ini hingga tuntas dan dapat mencerna semua yang disampaikan oleh pemateri.

Adapun para pemateri terdiri dari
Sasmita, SH, MH yaitu Kepala Devisi Pelayanan Hukum dan HAM kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Propinsi Aceh yang menyampaikan materi tentang Strategi Memperoleh Paten, Hak Cipta Dan Desain Industri.

Selanjutnya Reza Nazriandi, SH, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kekayaan Intelektual (KI) Kementerian Hukum dan HAM Propinsi Aceh yang menyampaikan materi tentang Konsultasi Teknis Penyusunan Diskripsi Paten dan Prosedur Pendaftaran Paten.

Sementara acara workshop tersebut dipandu oleh moderator Zulfan Arico, SSi, M.Si dan acara dibuka oleh Rektor Universitas Samudra Dr. Ir. Hamdani, M.T. (SAM DERAJA).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button