DaerahSuara Rakyat

Dua Kampung Tercatat 1.300 Sapi Terjangkit Wabah PMK

🌐 BERNASACEH.ID

ACEH TAMIANG — Sedikitnya 1.300 ekor Sapi di dua kampung dalam Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang masing – masing Kampung TengDua Kampung Tercatat 1.300 Sapi Terjangkit Wabah PMKku Tinggi dan Kampung Seunebok Aceh terjangkit wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (Foot  And Mouth Disease).

Hal itu di ungkapkan Koordinator Posko Tim Relawan Satgas PMK Partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang, Adi Syahputra kepada BERNASACEH.ID di Karang Baru, Jumat (27/5/2022)

Menurut Adi Syahputra yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW Partai Aceh Wilayah Aceh Tamiang itu menjelaskan kondisi ini diketahui setelah Tim DPW PA Wilayah Aceh Tamiang yaitu diantaranya Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Tamiang, T. Helmi didampingi Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distabunak) mengunjungi pertenak di Kampung Tengku Tinggi dan Kampung Seunebok Aceh.

Baca juga : https://bernasaceh.id/peduli-wabah-pmk-pengurus-dpw-pa-aceh-tamiang-sambangi-peternak/

Menurut Adi Syahputra laporan yang disampaikan oleh Koordinator Posko Tim Relawan Satgas PMK Partai Aceh Kecamatan Bendahara kepada Tim DPW Partai Aceh dan Tim Distabunak dari 1.300 ekor yang terjangkit PMK, 15 ekor sapi telah mati.

” Barusan saya dapat laporan bahwa sapi – sapi kemarin di kunjungi oleh tim, hari ini dikabar mati lagi satu. Jadi untuk kampung tersebut ada 16 ekor yang mati” jelas Adi.

Adi menyampaikan saat ini para peternak juga mengalami kesulitan dalam mengatasi wabah PMK.

” Sekali suntik 50.000, kondisi ekonomi kita saat ini juga sangat sulit. Kami bersama Relawan Satgas PMK Partai Aceh dan peternak mengatasi wabah PMK ini dengan obat-obatan trandisional seperti jamu dari daun daunan,” ujarnya.

Adi menyampaikan sebagai bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat dan pemerintah dalam wabah PMK, DPW PA Aceh Tamiang membentuk Relawan Satgas PMK Partai Aceh.

” Pada dasarnya ketika ada wabah, maka wabah itu harus kita tangani secara bersama – sama. Minimal Relawan Satgas PMK Partai Aceh dapat membantu pemerintah dalam sosialisasi Wabah PMK kepada para peternak sapi,” ungkap Adi.

Relawan Satgas PMK Partai Aceh sambung Adi, terus sosialisaai agar para peternak tidak panik dalam menyikapi Penyakit Mulut Dan Kuku (Foot And Mouth Disease) yang saat ini sedang melanda.

“Perlu ada edukasi supaya peternak dan masyarakat kita paham tentang penyakit ini. Bisa melalui penyuluhan dan media informasi yang ada,” sebutnya menerangkan.

Kemudian Adi menyampaikan yang perlu kita sosialisasikan bahwa ketika sapi diserang PMK dan akhirnya mati, maka perlu dilakukan adalah dengan menguburnya sedalam 2 meter. Agar tidak menular kepada yang lain maka disekitaran sapi mati harus dilakukan penyemprotan cairan Desinfektan

” Dan jika sapi yang diserang PMK sempat dipotong, jangan dikonsumsi bagian leher/kepala serta bagian kaki. Dan himbau bagian dalamannya juga jangan dikonsumsi. Cukup bagian badannya (daging) yang dikonsumsi,” jelas Ibrahim mengakhiri. (ERWAN)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button