EkonomiNasional

Bertemu Wapres Ma’ruf Amin, Mendag: Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Wakil Presiden RI  KH. Ma’ruf Amin saat beraudiensi di Jakarta, Selasa (29/3/2022). Dari pertemuan tersebut Mendag Lutfi berkomitmen memperkuat eksosistem industri halal melalui pengembangan fesyen muslim antara lain melalui penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). (Foto: Kemendag)

JAKARTA – Setelah bertemu Wakil Presiden RI KH.  Ma’ruf Amin, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meyakini  Indonesia akan menjadi kiblat fesyen muslim dunia.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat eksosistem industri halal melalui pengembangan fesyen muslim.  Salah satunya akan ditingkatkan penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion  Week  (JMFW).

“Sesuai dengan arahan Wakil Presiden RI, Indonesia diharapkan dapat menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Secara global, konsumsi produk fesyen muslim dunia pada 2024 diprediksi mencapai USD  311  miliar.  Nilai  ini  akan  naik  dibandingkan  tahun  2019  yang  sebesar  USD  277  miliar.  Untuk itu, kami ingin menangkap dan menonjolkan potensi industri syariah Indonesia yang salah satunya adalah fesyen muslim,” kata Mendag Lutfi di Jakarta, Rabu (30/3/2021).

Penegasan disampaikan Mendag Lutfi setelah sehari sebelumnya beraudiensi dengan Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Indonesia, Anne Patricia Sutanto, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa, Ketua  Panitia HIPMI Syariah Ibnu Riyanto, para desainer, akademisi,  pelaku usaha kosmetika dan Perwakilan dari Indonesia Halal  Lifestyle Center Jetti R. Hadi.

Mendag Lutfi menambahkan, Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia.

Sesuai  dengan Roadmap  Fashion Muslim  Indonesia,  JMFW  memiliki fokus strategi kegiatan selama 2022─2024. Pada 2022, fokus strateginya adalah penguatan merek. Tahun  2023  ditargetkan  untuk penguatan jaringan dengan terjun langsung dalam peta  fesyen internasional. Kemudian tahun 2024 ditargetkan untuk deklarasi  Indonesia  sebagai  pusat  fesyen muslim dunia.

Sebagai langkah awal, Kementerian Perdagangan telah menancapkan   pilar melalui kegiatan Embracing Jakarta Fashion Week pada 2021.  Acara  inti  JMFW  diagendakan  untuk  dilaksanakan pada 20─22 Oktober 2022 mendatang, bersamaan dengan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2022 di ICE BSD, Tangerang.

“Kegiatan JMFW diharapkan dapat memperkuat kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk ekspor,  meningkatkan  akses  pasar,  meningkatkan  promosi digital, dan mengoptimalisasi peran perwakilan perdagangan,” ungkap Mendag Lutfi.

Kegiatan JMFW merupakan inisiasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bekerja sama dengan KADIN Indonesia dan pemangku kepentingan terkait seperti perancang busana, merek fesyen, pelajar, perusahaan tekstil, merek kosmetik, merek aksesori fesyen, media dan pemerintah.

Mendag Lutfi menjelaskan tujuan JMFW sebagai upaya meningkatkan dan membangun kepedulian para pemangku kepentingan serta  masyarakat umum tentang potensi fesyen muslim Indonesia. JMFW  juga diharapkan dapat mempromosikan Indonesia sebagai referensi  tren muslim fashion yang menjadi kiblat fesyen muslim dunia.

“Melalui JMFW, kita dapat memperkuat brandingproduk  fesyen  muslim  Indonesia  dengan  keberagaman  produk  fesyen  muslim  yang  berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor,” pungkas Mendag Lutfi.

Untuk fesyen muslim, Indonesia berada di posisi ke-5 sebagai  pasar terbesar dunia, berada di bawah Iran, Turki, Arab Saudi,  dan Pakistan. Di sisi  lain, Indonesia merupakan eksportir produk fesyen muslim ke-18 dunia. Eksportir utama produk tersebut adalah  Tiongkok, Turki, India, Uni Emirat Arab, dan Bangladesh.

Populasi muslim Indonesia tercatat mencapai 231 juta. Sementara  itu, populasi muslim dunia sebesar 1,9  miliar atau setara 26  persen  total  populasi  dunia.  Dengan  jumlah  populasi  tersebut Mendag Lutfi optimistis, kebutuhan terhadap produk halal juga cukup besar.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button